Langsung ke konten utama

Kebaikan yang disalah pahami


Oleh: tn. wahyu eka s

Berbuat baik adalah hak setiap orang, bukan kewajiban. Kewajiban kita adalah sholat bagi orang muslim, bagi agama lain ibadah menurut prosedurnya dan bagi umat seluruh dunia menghormati hak orang lain. Tetapi berbuat baik sangat diperlukan dan mestinya dipertahankan entah kepada siapapun, dimanapun dan dengan cara apapun. Tetapi.........

Jika kita penganut mahzab freud dan percaya bahwa “manusia itu didorong oleh apa yang dia suka dan tidak di suka bukan pada benar atau salah” kekuatan irasional lebih dominan di sini bahwa sesungguhnya manusia itu seperti wujud dari gunung es, bahwa alam bawah sadar lebih mengotrol pola kehidupan sehari-hari. Maka konsistensi dalam melakukan kebaikan banyak pengaruhnya. Pun..... Ketika mahzab Behavioris yang secara singkat bisa di nyatakan, bahwa rasa traumatik masa lampau atau kejadian-kejadian yang tak pernah teringat tetapi itu sangat mengatur alam bawah sadar. Artinya apa, bahwa banyak aspek yang mempengaruhi perilaku manusia dalam berbuat baik.

Kebaikan adalah perilaku atau ejahwantah dari sebuah nilai ke sebuah tindakan yang dapat memberikan impact secara sosial atau yang bersifat personal (kebahagiaan) misalnya. Secara esensi sesuatu itu dikatakan baik jika sesuai dengan konteks, tepat pada sasaran dan sesui dengan apa yang ingin disampaikan. Dalam komuniksi pun juga demikian bahwa komunikasi yang baik itu adalah kompunikasi yang dapat menyampaikan pesanya secara untuk tidak bias, bahkan terdistorsi.

Tetapi kemudian banyak diantara kita tidak sadar bahwa kebaikan seringkali disalah pahami, bahwa dewasa ini marak seseorang yang merasa benar dengan tindakan- tidakan absurd bahkan keji terhadap seseorang yang melakukan kesalahan. Bahwa kita cenderung memaklumi hanya karena kita berkoloni.  Tentu itu tidak benar dan kan menimbulkan dendam. Seperti kasus baru-baru ini ferdian paleka yang melakukan prank kepada sejumlah masyarakat dengan membagiakn bantun berisi sampah. Tentu hal ini adalah suatu tindakan konyol yang dilakukan ditengah gaduh yang dibuat pandemik. Tetapi apakah kita membenarkan pula perundungan yang terjadi kepadanya tentu tidak dan biarkan proses hukum yang menyelesaikanya.

Mungkin maksud ferdian paleka baik, tetapi siapa yang membenarkan niat baik yang tidak dilakukan dengan baik bahkan dengan sangat buruk, kebaikan harus disampaikan dengan baik agar tidak menjadi niat baik yang disalah pahami, karena berapa banyak leher yang putus akibat niat baik yang disalahpahami. Dalam kehidupan sehari-haripun kita juga sering mengalami dan bahkan mengamini hal ini, mengamini sesuatu yang buruk karena niat atau maksut yang baik.

Dalam kasuistis diilustrasikan sebagai berikut: dalam sebuah desa terdapat persahabatan yang sangat erat dan ada suatu kejadian seorang teman yang haus karena selesai bermain bola dan teman yang lain membelikanya minum kewarung. Tentu hal ini tindakan yang baik bukan, tetati ketika minuman itu di berikan dengan cara melempar kemukanya adalah sebuah tindakan yang salah dan dapat berujung ke perseteruan bahkan kematian. Sekian thks


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manusia Modern

  K ebutuhan manusia akan sebuah kepastian berbuah tindakan berhala yang tanpa dasar, Tak ada yang pasti di masa depan kecuali “pasti aku akan mati” Carut marutnya dunia memembuat manusia mehunkan berhala. dalam hal ini teknologi, Dalam sebuah analisis Robert H. Davis kemungkinan-kemungkinan yang sering muncul dalam masyarakat teknologi adalah sebagai Berikut: individu menjadi pasif, cepat bosan,  mati rasa, mengidap simptom-simptom penyakit cemas,  depresi, dipersonalisasi, hidup yag begitu-begitu saja tidak ada seninya,  serta kekerasan.  Manusia modern terjebak pada keindahan yang palsu ( false ) disuguhkan oleh teknologi yang kian muktahir tetapi sekaligus terbunuhnya kemanusiaan.   Dalam analitik saya.  Sebelum di temukannya sebuah teknologi manusia yang hendak berpergian pasti berkontak langsung dengan manusia lain untuk sekedar bertanya tetapi dengan ditemukannya teknologi tidak ada percakapan sehangat dulu.Tetapi bagaimanapun perubaha...

BALADA TUAN

D ilema eksistensial manusia seperti saya terlalu sering mungusik dan memaksa otak untuk terus berfikir, lagi-lagi pemantasan diri dan kikuknya mulut untuk diajak bersua, buku yang telah dilahappun menguap tanpa menghasilkan sebuah karya, apa ini hanya perihal waktu sepertihalnya kita ketahui saat berumur 6 tahun Thomas Edison di usir pulang oleh gurunya karena bodoh, tetapi sekarang seluruh duniapun tahu bahwa thomas Edison yang akhil balig betul betul menjelajahi dunia dengan alam pikiranya dengan otak yang teramat gemilang. Barangkali itu hanya pembenaranku saja,   pembenaran atas apa yang tak mampu aku lakukan atau hanya membuat agar perasaan ini gembira, tapi pembenaran yang seperti ini saya kira hanya akan membuat saya membunuh atas dialektika dikutip dari madilog “demikian pengetahuan baru menimbulkan persoalan baru, demikian persoalan itu akan terus terselesaikan” Tidak ada batas pengetahuan! Disini saya merasa terjerembab di dalam dogma saya tak lagi mengeluarkan kritik ...

Menjual Harapan

  “Kita sering membeli harapan tetapi tidak dengan prosesnya” S ebuah rentetan peristiwa terjadi karena aksi, yang kemudian tercatat dalam sebuah memori yang bernama otak atau lebih tepatnya bagian otak yang bernama amygdala . Harapan adalah bakan bakar, harapan adalah mesiu untuk memberikan getaran pada sekitar. Bagaimana jika kita hidup tanpa harapan, tidak! tidak mungkin karena ketika hal ini yang terjadi maka kita akan lompat dari jembatan layang janti 1 . Karena dalam hidup, kita pasti berharap sakalipun harapan itu sekecil besok mau (makan) apa, aku pingin punya (pacar). Tetapi perlu diingat tidak ada yang benar-benar kecil maupun besar, semua bergantung pada konteks kehidupan masing-masing. Menjual harapan mungkin lumrah kita lakukan, sedari kita mulai berbica, kita mulai menjual harapan, salah satu diantara kita pernah menjual harapan sewaktu kecil “menjual harapan kepada orang tua untuk bisa berhemat” dengan berjanji untuk tidak minta mainan lagi, ini salah satu contoh d...