“Kita sering membeli harapan tetapi tidak dengan prosesnya” S ebuah rentetan peristiwa terjadi karena aksi, yang kemudian tercatat dalam sebuah memori yang bernama otak atau lebih tepatnya bagian otak yang bernama amygdala . Harapan adalah bakan bakar, harapan adalah mesiu untuk memberikan getaran pada sekitar. Bagaimana jika kita hidup tanpa harapan, tidak! tidak mungkin karena ketika hal ini yang terjadi maka kita akan lompat dari jembatan layang janti 1 . Karena dalam hidup, kita pasti berharap sakalipun harapan itu sekecil besok mau (makan) apa, aku pingin punya (pacar). Tetapi perlu diingat tidak ada yang benar-benar kecil maupun besar, semua bergantung pada konteks kehidupan masing-masing. Menjual harapan mungkin lumrah kita lakukan, sedari kita mulai berbica, kita mulai menjual harapan, salah satu diantara kita pernah menjual harapan sewaktu kecil “menjual harapan kepada orang tua untuk bisa berhemat” dengan berjanji untuk tidak minta mainan lagi, ini salah satu contoh d...
K ebutuhan manusia akan sebuah kepastian berbuah tindakan berhala yang tanpa dasar, Tak ada yang pasti di masa depan kecuali “pasti aku akan mati” Carut marutnya dunia memembuat manusia mehunkan berhala. dalam hal ini teknologi, Dalam sebuah analisis Robert H. Davis kemungkinan-kemungkinan yang sering muncul dalam masyarakat teknologi adalah sebagai Berikut: individu menjadi pasif, cepat bosan, mati rasa, mengidap simptom-simptom penyakit cemas, depresi, dipersonalisasi, hidup yag begitu-begitu saja tidak ada seninya, serta kekerasan. Manusia modern terjebak pada keindahan yang palsu ( false ) disuguhkan oleh teknologi yang kian muktahir tetapi sekaligus terbunuhnya kemanusiaan. Dalam analitik saya. Sebelum di temukannya sebuah teknologi manusia yang hendak berpergian pasti berkontak langsung dengan manusia lain untuk sekedar bertanya tetapi dengan ditemukannya teknologi tidak ada percakapan sehangat dulu.Tetapi bagaimanapun perubaha...