Langsung ke konten utama

Postingan

Menjual Harapan

  “Kita sering membeli harapan tetapi tidak dengan prosesnya” S ebuah rentetan peristiwa terjadi karena aksi, yang kemudian tercatat dalam sebuah memori yang bernama otak atau lebih tepatnya bagian otak yang bernama amygdala . Harapan adalah bakan bakar, harapan adalah mesiu untuk memberikan getaran pada sekitar. Bagaimana jika kita hidup tanpa harapan, tidak! tidak mungkin karena ketika hal ini yang terjadi maka kita akan lompat dari jembatan layang janti 1 . Karena dalam hidup, kita pasti berharap sakalipun harapan itu sekecil besok mau (makan) apa, aku pingin punya (pacar). Tetapi perlu diingat tidak ada yang benar-benar kecil maupun besar, semua bergantung pada konteks kehidupan masing-masing. Menjual harapan mungkin lumrah kita lakukan, sedari kita mulai berbica, kita mulai menjual harapan, salah satu diantara kita pernah menjual harapan sewaktu kecil “menjual harapan kepada orang tua untuk bisa berhemat” dengan berjanji untuk tidak minta mainan lagi, ini salah satu contoh d...
Postingan terbaru

Manusia Modern

  K ebutuhan manusia akan sebuah kepastian berbuah tindakan berhala yang tanpa dasar, Tak ada yang pasti di masa depan kecuali “pasti aku akan mati” Carut marutnya dunia memembuat manusia mehunkan berhala. dalam hal ini teknologi, Dalam sebuah analisis Robert H. Davis kemungkinan-kemungkinan yang sering muncul dalam masyarakat teknologi adalah sebagai Berikut: individu menjadi pasif, cepat bosan,  mati rasa, mengidap simptom-simptom penyakit cemas,  depresi, dipersonalisasi, hidup yag begitu-begitu saja tidak ada seninya,  serta kekerasan.  Manusia modern terjebak pada keindahan yang palsu ( false ) disuguhkan oleh teknologi yang kian muktahir tetapi sekaligus terbunuhnya kemanusiaan.   Dalam analitik saya.  Sebelum di temukannya sebuah teknologi manusia yang hendak berpergian pasti berkontak langsung dengan manusia lain untuk sekedar bertanya tetapi dengan ditemukannya teknologi tidak ada percakapan sehangat dulu.Tetapi bagaimanapun perubaha...

BALADA TUAN

D ilema eksistensial manusia seperti saya terlalu sering mungusik dan memaksa otak untuk terus berfikir, lagi-lagi pemantasan diri dan kikuknya mulut untuk diajak bersua, buku yang telah dilahappun menguap tanpa menghasilkan sebuah karya, apa ini hanya perihal waktu sepertihalnya kita ketahui saat berumur 6 tahun Thomas Edison di usir pulang oleh gurunya karena bodoh, tetapi sekarang seluruh duniapun tahu bahwa thomas Edison yang akhil balig betul betul menjelajahi dunia dengan alam pikiranya dengan otak yang teramat gemilang. Barangkali itu hanya pembenaranku saja,   pembenaran atas apa yang tak mampu aku lakukan atau hanya membuat agar perasaan ini gembira, tapi pembenaran yang seperti ini saya kira hanya akan membuat saya membunuh atas dialektika dikutip dari madilog “demikian pengetahuan baru menimbulkan persoalan baru, demikian persoalan itu akan terus terselesaikan” Tidak ada batas pengetahuan! Disini saya merasa terjerembab di dalam dogma saya tak lagi mengeluarkan kritik ...

Kebaikan yang disalah pahami

Oleh: tn. wahyu eka s B erbuat baik adalah hak setiap orang, bukan kewajiban. Kewajiban kita adalah sholat bagi orang muslim, bagi agama lain ibadah menurut prosedurnya dan bagi umat seluruh dunia menghormati hak orang lain. Tetapi berbuat baik sangat diperlukan dan mestinya dipertahankan entah kepada siapapun, dimanapun dan dengan cara apapun. Tetapi......... Jika kita penganut mahzab freud dan percaya bahwa “manusia itu didorong oleh apa yang dia suka dan tidak di suka bukan pada benar atau salah” kekuatan irasional lebih dominan di sini bahwa sesungguhnya manusia itu seperti wujud dari gunung es, bahwa alam bawah sadar lebih mengotrol pola kehidupan sehari-hari. Maka konsistensi dalam melakukan kebaikan banyak pengaruhnya. Pun..... Ketika mahzab Behavioris yang secara singkat bisa di nyatakan, bahwa rasa traumatik masa lampau atau kejadian-kejadian yang tak pernah teringat tetapi itu sangat mengatur alam bawah sadar. Artinya apa, bahwa banyak aspek yang mempengaruhi p...