Langsung ke konten utama

BALADA TUAN


Dilema eksistensial manusia seperti saya terlalu sering mungusik dan memaksa otak untuk terus berfikir, lagi-lagi pemantasan diri dan kikuknya mulut untuk diajak bersua, buku yang telah dilahappun menguap tanpa menghasilkan sebuah karya, apa ini hanya perihal waktu sepertihalnya kita ketahui saat berumur 6 tahun Thomas Edison di usir pulang oleh gurunya karena bodoh, tetapi sekarang seluruh duniapun tahu bahwa thomas Edison yang akhil balig betul betul menjelajahi dunia dengan alam pikiranya dengan otak yang teramat gemilang.

Barangkali itu hanya pembenaranku saja,  pembenaran atas apa yang tak mampu aku lakukan atau hanya membuat agar perasaan ini gembira, tapi pembenaran yang seperti ini saya kira hanya akan membuat saya membunuh atas dialektika dikutip dari madilog “demikian pengetahuan baru menimbulkan persoalan baru, demikian persoalan itu akan terus terselesaikan” Tidak ada batas pengetahuan! Disini saya merasa terjerembab di dalam dogma saya tak lagi mengeluarkan kritik atas pengetahuan yang sudah diperoleh dan stag pada pengetahuan yang pertama kali saya ketahui. Disinilah kesalhan saya yang selalu mencari dalih untuk melakukan sebuah pembenaran saya lupa bahwa tidak ada yang tetap di dunia ini melainkan ketetapan perubahan itu sendiri.

Jika mengutip dari Freudian “ bahwa manusia itu didorong oleh apa yang dia suka dan tidak ia suka bukan pada benar atau salah” kekuatan irasional lebih dominan di sini bahwa sesungguhnya manusia itu seperti wujud dari gunung es, bahwa alam bawah sadar lebih mengotrol pola kehidupan sehari-hari. Rasa traumatik masa lampau atau kejadian-kejadian yang tak pernah kamu ingat tetapi itu mengatur alam bawah sadarmu, seperti contoh yang dilakukan oleh tuan pavlov. Dalam eksperimen pavlov , seekor anjing dibiaran lapar. Tiap kali diberi makan , sebuah lampu kuning di pojok kandang di nyalakan. Akhirnya si anjing akan keluar air liunya bila melihat lampu kuning menyala, meskipun tak ada makanan yang tersedia. Intuisi anjing disini bekerja dengan semestinya pun dengan manusia dalam memilih suatau produk yang baru manusia akan memilih mana yang lebih familier terhadapnya.

Jika dikaitka pada teori Behavioris mungkin saya bertanya “Entah pengalaman pahit apa yang terjadi pada enam tahun pertama saya?” karena dalam teori tersebut menyebutkan bahwa pengalam pada enam tahun pertama kehidupan seseorang merupakan penentu sangat penting tingkah laku di masa dewasa. Dalam buku kau Behavioris yang berjudul The Broken Image, Floyd W. Matson pendek kata menjelaskan semboyang kaum Behavioris “ berikan saya seorang bayi dan keleluasaan untuk membesarkanya, maka akan saya buat ia mampu merangkak dan berjalan, akan saya buat ia mampu memanjat dan menggunakan kedua belah tanganya untuk mendirikan bangunan-bangunan dari batu atau kayu , akan saya jadikan ia pencuri, penembak atau pecandu narkotika. Bahwa penekanannya disini adalah kemungkinan untuk membentuk seseorang hampir tidak ada batasnya.

Terjadi kontradiksi di sini antara pendekatan integratif dengan teori- teori yang ada diatas teori pendekatan integratif disini berbunyi pendekatan yang memandang suatu sistem yang hidup yang terdiri atas manusia dan organisasi-organisasi sosial yang berada dalam interaksi secara terus-menerus satu sama lain dan dengan ekosistem-ekosistem yang mengitarinya. Dengan pendekatan integratif manusia tidak hanya berfikir sentralisasi atau desentralisasi tetapi mampu memandang secara holistik atau lebih kompleks. Bahwa sesungguhnya ada banyak faktor yang ada pada diri manusia. Disini kaum behavioris memandang manusia hanya sebagai salah satu jenis binatang, tanpa perbedaan yang esensial dengan jenis-jenis binatang yang lainya dan memiliki kecenderungan-kecenderunganmerusak dan antisosial yang sama. Kaum behavioris melupakan banyak aspek yang ada dalam diri manusia dan hanya berangkat dari satu perspektif saja.

Lantas menurut anda bagaimana?


Salam, Wahyu Eka Saputra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manusia Modern

  K ebutuhan manusia akan sebuah kepastian berbuah tindakan berhala yang tanpa dasar, Tak ada yang pasti di masa depan kecuali “pasti aku akan mati” Carut marutnya dunia memembuat manusia mehunkan berhala. dalam hal ini teknologi, Dalam sebuah analisis Robert H. Davis kemungkinan-kemungkinan yang sering muncul dalam masyarakat teknologi adalah sebagai Berikut: individu menjadi pasif, cepat bosan,  mati rasa, mengidap simptom-simptom penyakit cemas,  depresi, dipersonalisasi, hidup yag begitu-begitu saja tidak ada seninya,  serta kekerasan.  Manusia modern terjebak pada keindahan yang palsu ( false ) disuguhkan oleh teknologi yang kian muktahir tetapi sekaligus terbunuhnya kemanusiaan.   Dalam analitik saya.  Sebelum di temukannya sebuah teknologi manusia yang hendak berpergian pasti berkontak langsung dengan manusia lain untuk sekedar bertanya tetapi dengan ditemukannya teknologi tidak ada percakapan sehangat dulu.Tetapi bagaimanapun perubaha...

Menjual Harapan

  “Kita sering membeli harapan tetapi tidak dengan prosesnya” S ebuah rentetan peristiwa terjadi karena aksi, yang kemudian tercatat dalam sebuah memori yang bernama otak atau lebih tepatnya bagian otak yang bernama amygdala . Harapan adalah bakan bakar, harapan adalah mesiu untuk memberikan getaran pada sekitar. Bagaimana jika kita hidup tanpa harapan, tidak! tidak mungkin karena ketika hal ini yang terjadi maka kita akan lompat dari jembatan layang janti 1 . Karena dalam hidup, kita pasti berharap sakalipun harapan itu sekecil besok mau (makan) apa, aku pingin punya (pacar). Tetapi perlu diingat tidak ada yang benar-benar kecil maupun besar, semua bergantung pada konteks kehidupan masing-masing. Menjual harapan mungkin lumrah kita lakukan, sedari kita mulai berbica, kita mulai menjual harapan, salah satu diantara kita pernah menjual harapan sewaktu kecil “menjual harapan kepada orang tua untuk bisa berhemat” dengan berjanji untuk tidak minta mainan lagi, ini salah satu contoh d...