Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2022

Menjual Harapan

  “Kita sering membeli harapan tetapi tidak dengan prosesnya” S ebuah rentetan peristiwa terjadi karena aksi, yang kemudian tercatat dalam sebuah memori yang bernama otak atau lebih tepatnya bagian otak yang bernama amygdala . Harapan adalah bakan bakar, harapan adalah mesiu untuk memberikan getaran pada sekitar. Bagaimana jika kita hidup tanpa harapan, tidak! tidak mungkin karena ketika hal ini yang terjadi maka kita akan lompat dari jembatan layang janti 1 . Karena dalam hidup, kita pasti berharap sakalipun harapan itu sekecil besok mau (makan) apa, aku pingin punya (pacar). Tetapi perlu diingat tidak ada yang benar-benar kecil maupun besar, semua bergantung pada konteks kehidupan masing-masing. Menjual harapan mungkin lumrah kita lakukan, sedari kita mulai berbica, kita mulai menjual harapan, salah satu diantara kita pernah menjual harapan sewaktu kecil “menjual harapan kepada orang tua untuk bisa berhemat” dengan berjanji untuk tidak minta mainan lagi, ini salah satu contoh d...